Hari: 20 Agustus 2026

Cucumber Melons: Perspektif Ilmu Sensori

No Comments

Bagaimana cucumber melon berbeda dalam penampilan, aroma, cita rasa, tekstur, dan penerimaan konsumen? Poster penelitian ini merangkum studi sensori terhadap empat sampel berbeda serta memetakan atribut yang paling jelas membedakannya.

Research poster titled Cucumber Melons: Insights from Sensory Science by Asriadi Masnar and Robin Dando.
Cucumber Melons: Perspektif Ilmu Sensori — Asriadi Masnar dan Robin Dando, Departemen Ilmu Pangan, Cornell University. Klik poster untuk melihat ukuran penuh.

Ikhtisar penelitian

Penelitian ini membandingkan Marketmore 76, Carosello, Stripped Armenian, dan White Armenian. Panel terlatih yang terdiri atas sembilan penilai mengevaluasi 46 atribut analisis deskriptif pada skala 0–15, sementara 87 konsumen mengikuti uji penerimaan.

Apa yang membedakan setiap sampel?

  • White Armenian menonjol pada tonjolan permukaan (12,3) dan tekstur bertepung (6,0).
  • Stripped Armenian merupakan sampel dengan permukaan paling berbulu (9,3) dan menunjukkan gradasi warna daging ke biji paling kuat (10,1).
  • Marketmore 76 memiliki kelembapan tertinggi (9,2), aroma paling kuat (9,2), dan kulit paling liat (9,1).
  • Carosello memiliki ukuran biji yang dipersepsikan paling besar (9,4).
  • Sebagian besar karakter cita rasa menunjukkan kemiripan setelah koreksi statistik untuk mengendalikan proporsi temuan positif palsu (false discovery rate/FDR). Hal ini mengindikasikan bahwa penampilan dan tekstur paling berperan dalam membedakan produk.

Penerimaan konsumen

Marketmore 76 memperoleh rerata skor kesukaan keseluruhan tertinggi (6,00), diikuti Carosello (5,98) dan Stripped Armenian (5,92). White Armenian memperoleh rerata lebih rendah, yaitu 5,10, dan dilaporkan berada dalam kelompok signifikansi yang berbeda. Dalam peta preferensi, kesukaan keseluruhan lebih kuat berkaitan dengan PC2 (r = 0,91) dibandingkan dengan PC1 (r = 0.40).

Perspektif penelitian

Hasil ini menunjukkan bahwa keragaman cucumber melon paling jelas terlihat melalui karakteristik visual dan teksturnya. Menghubungkan profil sensori deskriptif dengan respons konsumen dapat membantu peneliti dan pengembang produk mengidentifikasi sifat yang mendukung penerimaan sekaligus mempertahankan kekhasan setiap varietas.


Penulis: Asriadi Masnar dan Robin Dando
Afiliasi: Departemen Ilmu Pangan, Cornell University